Perusahaan Menjawab Enam Fokus COP30: Peran, Tantangan dan Tanggungjawab Aksi Iklim
COP30 merupakan forum global dibawah United Nation Frameword Convention on Climate Change (UNFCCC) yang menekankan pada aksi perubahan iklim skala dunia. Forum ini membahas agenda penguatan upaya mitigasi dan adaptasi di tingkat internasional. Forum ini menghadirkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keterlibatan dunia usaha dalam mendukung prakrik bisnis berkelanjutan. Adanya COP30 ini menandai pergeseran penting dari komitmen yang dibentuk menuju implementasi konkret dalam aksi yang berdampak.
Namun, Bagaimana Perusahaan menjawab tantangan COP30?
Sektor korporasi memegang peran strategis sebagai aktor kunci dalam memberikan kontribusi besar terhadap perubahan iklim, terutama melalui kontribusinya terhadap total emisi global. Dalam konteks ini, perusahaan menjadi penyumbang emisi global dalam jumlah besar. Beberapa upaya yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk keterlibatannya dalam menjawab tantangan isu global melalui COP30 antara lain:
- Mitigasi
Upaya sektor industri dalam upaya perbaikan iklim umumnya dilakukan melalui pengurangan emisi serta peningkatan efisiensi energi, sejalan dengan target penurunan emisi global 43% pada tahun 2030. Di Indonesia, langkah ini mulai diimplementasikan oleh beberapa perusahaan, PLN (Persero), misalnya, melakukan pengurangan emisi melalui co-firing biomassa dan efisiensi pembangkit (Kompas.com, 2025). Selain itu, perusahaan di bidang consumer goods/FMCG atau kebutuhan sehari-hari, Unilever Indonesia, melakukan target pengurangan emisi hingga 50% pada 2030 dengan cara melakukan kombinasi strategi dekarbonisasi dan transformasi rantai nilai (TrenAsia, 2023). Pendekatan tersebut tidak hanya sebatas berfokus pada operasional internal, namun mencakup seluruh siklus nilai yang selaras dengan upaya pencapaian target global dalam penurunan emisi.
Langkah menyeluruh yang dilakukan oleh Unilever diantaranya menggunakan heat recovery system atau memanfaatkan kembali sumber panas yang dihasilkan oleh mesin produksi, melakukan transisi energi terbarukan dengan penggunaan listrik 100%, mengganti bahan bakar fosil dengan energi panas terbarukan (biomassa), instalasi panel surya sebagai fasilitas operasional untuk menggantikan sebagian konsumsi listrik dari grid. Transformasi rantai pasok (supply chain) dengan memberlakukan kebijakan zero deforestation bagi pemasok bahan baku, lebih dari itu, Unilever juga melakukan perubahan desain produk dan ekonomi sirkular menggunakan bahan yang dapat didaur ulang. Seluruh strategi tersebut masuk dalam roadmap dekarbonisasi Perusahaan sebagai target industri Net zero.
- Adaptasi
Upaya lainnya yang dapat dilakukan perusahaan untuk dalam memperbaiki iklim adalah dengan cara membangun rantai pasok tahan iklim dan pembangunan infrasruktur yang resilien. Hal ini sekaligus mendukung resiko terjadinya peningkatan bencana. Perusahaan tentu saja terus berupaya dalam menjaga stabilitas operasional dengan memperkuat operasionalnya dengan membangun infrasruktur seperti banjir, kekeringan dan cuaca ekstrim. Contohnya, PT PLN Indonesia Power mengembangakan pembangkit listrik berbasis risiko iklim dengan mengidentifikasi, menilai, serta memantau terhadap aktivitas pembangkit (PLN Indonesia Power, 2023). Selain itu melalui aplikasi PLN Climate Click, Perusahaan mengembangkan digitalisasi modern dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara dinamis (PT, PLN, 2024).
- Pendanaan Iklim
Perusahaan di Indonesia mulai mengembangkan skema pendanaan iklim sebagai bagian dari strategi bisnis melalui integrasi prinsip ESG (Environment, Social and Governance). Pembiayaan berkelanjutan dialokasikan secara khusus dalam upaya mendukung mitigasi dan adaptasi iklim. Salah satu contohnya yang dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia menyalurkan pembiayaan kredit bagi sektor usaha senilai Rp 800 triliun (Kompas, 2026) untuk sektor usaha, termasuk pertanian, energi terbarukan serta UMKM terdampak
Di sisi lain, PT Sarana Multi Infrasruktur (SMI) menjalankan sistem pendanaan melalui pembiayaan proyek-proyek hijau seperti pembangkit energi terbarukan, sistem air bersih, sanitasi dan transportasi. Hingga tahun 2024, SMI telah melakukan pembiayaan sejumlah 94 proyek climate related dengan total biaya Rp 33,45 triliun (Antara, 2025). Proyek tersebut meliputi pengembangan energi surya, angin, mikrohidro, hingga transportasi massal seoerti LRT yang berkontribusi dalam penurunan emisi. Tidak hanya itu, proyek hijau ini juga berperan sebagaiinfrasruktur ketahanan dalam mencegah banjir dan kekeringan.
- Transisi Energi
Perusahaan di Indonesia telah menjalankan transisi energi sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap agenda COP30. Sebagai upaya memperkuat sistem energi berkelanjutan, mulai dari perusahaan pembangkitan hingga panas bumi melakukan transisi secara masif pada operasional yang bersifat ramah lingkungan. Seperti PT PLN (Persero) yang bertranformasi pada EBT, air dan panas bumi untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara mengalihkan dengan smart grid system dalam meningkatkan efisiensi distribusi listrik (PLN, 2024). Selain itu, PT Pertamina Geothermal Energy melakukan transisi energi panas bumi sebagai sumber energi alam yang bersih dan stabil. Tercatat penurunan emisi mencapai 6,66% terhadap dekarbonisasi sektor energi (PGE, 2023). Keduanya, tidak sebatas memastikan penyediaan ketahanan energi nasional, namun berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, selaras dengan tujuan utama COP30.
- Perlindungan Lingkungan
Salah satu bagian yang tidak kalah penting dari dukungan pencapaian COP30 adalah perlindungan lingkungan. Melalui konservasi hutan, pengelolaan limbah dan rehabilitasi ekosistem menjadi sebuah solusi berbasis alam (nature based solution) yang dilakukan oleh perusahaan dalam menyikapi dampak iklim global (APP Sinar Mas, 2023). PT APP Sinar Mas salah satunya, melakukan konservasi dan restorasi hutan dalam menjaga fungsi hutan sebagai penyerapan karbon dan perlindungan bencana banjir dan kebakaran hutan. Hal lain juga di lakukan oleh PT Pertamina (Persero) dalam upaya perlindungan lingkungan melalui pengelolaan limbah dan rehabilitasi ekosistem di sekitar wilayah perusahaan. Secara keseluruhan, perlindungan lingkungan yang dilakukan perusahaan berfungsi untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan menjaga ekosistem tetap tumbuh berdampingan.
- Transparansi dan Implementasi
Perusahaan sebagai aktor dalam penyediaan pasokan energi bagi masyarakat tidak hanya menunjukkan komitmennya dalam mendukung COP30, namun transparansi dan implementasinya secara nyata bagi perbaikan iklim global, khususnya di Indonesia. Melalui pelaporan keberlanjutan dan risiko, PT PLN (Persero) dalam laporan Task Force on Climate Related Financial Disclosures (TCFD) menunjukkan komitmennya dalam melakukan proses identifikasi, pengelolaan dan pengendalian risiko sehingga dapat memantau perubahan iklim secara transparan yang dapat mendukung keberlanjutan bisnis menuju energi berkelanjutan. Hal tersebut menunjukkan elektabilitas perusahaan terstandarisasi dan transparan dalam melaporkan pengelolaan risiko secara konkrit dan akuntabel.
Berdasarkan paparan diatas, keterlibatan perusahaan dalam mendukung tercapainnya agenda COP30 tidak semata hanya komitmen tetapi aksi nyata yang di integrasikan dalam strategi bisnis perusahaan dan kebijakan. Upaya-upaya tersebut dimulai dari mitigasi, adaptasi, pendanaan iklim, transisi energi, perlindungan lingkungan hingga transparasni dan implementasinya. Secara menyeluruh, merupakan penyelarasan dari agenda dunia COP30 dari sinergi yang dijalankan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat secara kolaboratif dalam menciptakan iklim global dengan lebih baik.
Referensi
Antara News. (2025). PT SMI biayai 94 proyek terkait iklim dengan komitmen Rp 33 triliun. Diakses dari https://www.antaranews.com/
APP Sinar Mas. (2023) Sustainability Report. Diakses dari https://www.asiapulppaper.com/
Kompas. (2025). PT SMI sokong pemerataan pembangunan berkelanjutan. Diakses dari https://biz.kompas.com/
PT Pertamina Geothermal Energy. (2023). Mengatasi perubahan iklim. Diakses dari https://www.pge.pertamina.com/
PT Pertamina (Persero). (2023). Sustainability Report. Diakses dari https://www.pertamina.com/
PLN Indonesia Power. (2023). Sustainability Report. Diakses dari https://www.plnindonesiapower.co.id
PT PLN (Persero). (2024). PLN-Ditjen Gatrik sinergi kendalikan perubahan iklim pada subsektor pembangkit listrik. Diakses dari https://web.pln.co.id/
TrenAsia. (2023). Berkomitmen capai emisi nol, Unilever raih TrenAsia ESG Award 2023. Diakses dari https://www.trenasia.id