SSILA

Gambar Musa sedang Bernyanyi diiringi Gerakan Bahasa Isyarat

Bantul, 17 Maret 2026 – Di tengah keterbatasan yang dimiliki, puluhan anak difabel di Panti Asuhan Mukti Insani justru menunjukkan semangat belajar dan berkarya yang luar biasa. Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa (17/3) ini menjadi momen penuh makna untuk melihat lebih dekat kehidupan dan harapan dari anak-anak yang tinggal di panti tersebut.

Panti Asuhan Difabel Mukti Insani terletak di Kelurahan Sumbermulyo, Kec. Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, merupakan rumah bagi 26 anak dengan berbagai ragam disabilitas, mulai dari tunanetra total, low vision, tunarungu, hingga keterbatasan mental seperti Down Syndrome (DS) dan autis. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Seperti halnya Musa, penyandang tunanetra total yang tinggal di panti ini mempunyai bakat pada bidang tarik suara. Saat bertemu dengan tim SSILA (17/3), ia berani unjuk kemampuannya dalam bernyanyi. Sementara itu, Yasir, seorang anak dengan kondisi low vision, mampu menunjukkan bakatnya di bidang seni musik. Ia tidak hanya pintar memukul gamelan, tetapi juga mahir memainkan keyboard. Keterampilan lain juga ditunjukkan oleh Soni, yang dengan penuh percaya diri memainkan alat musik gong.

Gambar Musa dan Anak Anak Panti Asuhan Mukti Insani bermain Gamelan

Tak hanya di bidang seni, anak-anak di panti ini juga dibekali keterampilan produktif. Mereka mampu membuat berbagai produk seperti keset, sabun cuci piring, hingga sabun laundry. Selain itu, beberapa anak juga memiliki kemampuan membatik, yang menjadi salah satu potensi unggulan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Ibu Mugi selaku pengasuh panti menyampaikan harapannya agar keberadaan Panti Asuhan Mukti Insani dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. “Kami berharap semakin banyak orang yang mengetahui kondisi panti ini, sehingga dukungan dan perhatian terhadap anak-anak di sini juga semakin meningkat,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Dheanisha, Direktur Eksekutif SSILA. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal bagi SSILA untuk berkontribusi lebih luas. “Semoga kegiatan ini menjadi awalan yang baik dan langkah pertama bagi SSILA untuk melakukan kegiatan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.


Produk Sabun Karya Panti Asuhan Mukti Insani

Sebagian besar anak yang tinggal di panti ini merupakan yatim dan piatu. Namun, di balik kisah hidup yang tidak mudah, mereka terus menunjukkan keteguhan hati dan semangat untuk mandiri. Dengan berbagai keterampilan yang dimiliki, anak-anak difabel di Panti Asuhan Mukti Insani membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju kemandirian dalam berkarya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka mata banyak pihak bahwa di balik keterbatasan, terdapat potensi besar yang layak untuk didukung dan dikembangkan bersama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *